menyenangkan sebelum melanjutkan ke jenjang membaca Al-Qur’an pada jilid berikutnya. Dengan demikian, mereka siap tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an.
KURIKULUM
HOME / KURIKULUM
Kurikulum Deep Learning di SD Plus Nurdzakky
“Belajar Lebih Bermakna, Tumbuh Lebih Dalam”
Di SD Plus Nurdzakky, kami menerapkan pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran untuk menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter kuat. Kurikulum ini tidak hanya mengajarkan anak untuk mengingat informasi, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Deep Learning?
Deep Learning dalam konteks pendidikan adalah pendekatan belajar yang mengajak siswa berpikir lebih dalam, bukan sekadar menghafal. Anak diajak untuk:
Memahami mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi
Menghubungkan pelajaran dengan pengalaman nyata
Membangun rasa ingin tahu dan semangat bertanya
Menyelesaikan masalah melalui diskusi dan eksplorasi
Belajar dari proses, bukan hanya hasil akhir
Tujuan Kurikulum Deep Learning:
Menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta belajar
Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif
Mendorong anak untuk berani berpendapat dan bekerja sama
Membentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan peduli
Bagaimana Pembelajaran Deep Learning Diterapkan di SD Plus Nurdzakky?
Pembelajaran Tematik dan Terpadu: Menghubungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema agar anak lebih mudah memahami keterkaitan antar ilmu.
Proyek Mini dan Kegiatan Observasi: Siswa dilibatkan dalam proyek atau tugas nyata yang sesuai dengan dunia mereka.
Diskusi, Tanya Jawab, dan Refleksi: Anak diberi ruang untuk mengemukakan ide dan merefleksikan apa yang telah mereka pelajari.
Pendekatan Kreatif dan Aktif: Menggunakan media, permainan edukatif, eksperimen, dan seni untuk memperdalam pemahaman.
Penilaian Proses dan Pemahaman: Tidak hanya nilai angka, tapi juga bagaimana anak berpikir, bertanya, dan mencoba.
Kurikulum Khas SD Plus Nurdzakky
Pra Baca Al-Quran (Metode Tilawati)
Di SD Plus Nurdzakky, pembelajaran Al-Qur’an dimulai sejak dini melalui program Pra Baca Al-Qur’an dengan Metode Tilawati. Program ini ditujukan bagi seluruh siswa.
Metode Tilawati dikenal efektif karena menggunakan lagu rost (tilawah) yang indah dan mudah ditirukan anak-anak. Dengan pendekatan klasikal dan individual, guru membimbing siswa secara bersama-sama lalu memberikan pendampingan perorangan sesuai kemampuan masing-masing.
Pada tahap pra baca ini, siswa diajak untuk:
Mengenal huruf hijaiyah dengan benar.
Melafalkan makhraj dan harakat dengan tepat.
Menirukan bacaan dengan tartil dan berlagu.
Menumbuhkan rasa cinta serta kegembiraan dalam belajar Al-Qur’an.
Tahfidz Al-Quran Juz 30
Di SD Plus Nurdzakky, kami memiliki komitmen untuk mencetak generasi Qur’ani melalui Program Tahfidz Al-Qur’an Juz 30. Program ini dirancang khusus untuk siswa agar dapat menghafal surah-surah pendek dengan tartil, lancar, dan penuh kecintaan kepada Al-Qur’an.
Pembelajaran dilakukan secara bertahap, menyenangkan, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Dengan bimbingan guru tahfidz yang sabar dan berpengalaman, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga belajar memahami adab, makna, dan keutamaan Al-Qur’an.
Melalui program ini, kami berharap setiap siswa SD Plus Nurdzakky memiliki hafalan kuat, akhlak mulia, serta cinta mendalam kepada Al-Qur’an, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.
English Active Program
Active English Program di SD Plus Nurdzakky dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan.
Program ini menekankan pada empat keterampilan utama:
1. Listening,
2. Speaking,
3. Reading, dan
4. Writing, dengan fokus khusus pada keberanian berbicara (speaking skill). Kegiatan belajar dikemas dalam bentuk permainan, percakapan, proyek kreatif, hingga presentasi sederhana yang membuat siswa aktif berpartisipasi.
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami bahasa Inggris sebagai pelajaran, tetapi juga menggunakannya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari dengan percaya diri.